Random Thoughts [2]

Mei 04, 2021

 

Hai manusia. Apa kabarnya?

Di malam ke 22 di Ramadhan ini, bukannya memperbanyak ibadah, aku malah memperbanyak ✨overthinking✨hehehe. Sumpah, kayak gak ada kerjaan lain aja gitu ya. Iya emang. Ada sih sebenernya, tapi males aja. Ya Allah, kapan majunya sih aku kalo begini mulu…….

Anywei and anyhoo, tahun ini, Insha Allah dua besties aku dari sirkel yang berbeda akan segera melaksanakan pemujaan kerang ajaib sebuah babak baru dalam hidup mereka. Memadu kasih dengan pasangannya dan membangun rumah impian, alias menikah anjir, GAUSA BERBAHASA APELAH APELAH BISA GAK SIH.

Bukan cuman mereka, tapi abangku juga. Well, kalo beliau sih untuk yang kedua ya. Jadi yaaa, ga dihitunglah. Lagian doi dah tuwir juga, been there done that, terus repeat order. Dahlah, skip kalo abangku mah.

Nah, mungkin pas lagi ngobrol sama besties ku ini (ya ngobrol terpisahlah ya, karena beda sirkel), kadang mereka suka minta pendapat, jadikan ku tempat curhat, mengeluh tentang ini itu yang sebenarnya aku sendiri pun gak ngerti kenapa hal seperti ini dan itu harus dikeluhkan sih. Ya jawabnya seperti rumah makan padang, ya, sederhana, karena aku belum pernah ada di posisi mereka. Sejatinya (cielah, udah kek bahasa jurnal ilmiah gak nih aku), hal-hal seperti ini mungkin mereka harus konsultasikan pada yang lebih berpengalaman. Iyaaa, aku tau, pasti udah mereka lakuin juga. Biar ada bahasan aja kali ya pas ngobrol sama aku. Tapi, aku ngerasa kayak out of the…. The ape nih namanya? Si ngarang ni emang sok enggres. Pokoknya aku cuma bisa jadi si pendengar yang baik budi dan sok iye dehhhh, gitu.

I’m really happy for them. Truly, from the bottom of my lungs. Seneng banget akhirnya ngeliat mereka akhirnya bisa sampai ke jenjang itu. Tapi, untuk semuaaaa kalian yang akan menuju ke sana dalam waktu dekat ini, I have some things that I need to ask all of you.

WHY YOU CHOOSE HE/SHE TO BE YOUR PARTNER?

HOW DID YOU KNOW THAT HE/SHE IS THE ONE?

WHAT MAKES YOU BELIEVE IN THEM?

WHAT DO YOU HAVE TO BUILD THIS JOURNEY?

I mean, gak usah munafik ya, lo pada punya apa sih, lo pada punya tabungan atau investasi atau harta atau aset atau apa gitu untuk lo berumah tangga?

Pikirku cuma satu, setelah ijab qabul dan kata sah keluar, lo bener-bener udah bukan tanggung jawab orang tua lo lagi. Lo harus hidup bersama ya siapa sih ini orang asing yang lo rasa lo kenal, yang lo tau dia yang bakal menjadi support system lu di sisa umur lu. Syukur-syukur kalo lo bedua udah pada punya aset masing-masing dan yaa, lo tinggal nambah-nambahin dikit dan jadi tuan dan nyonya aja gitu. Tapi kalo melarat bareng-bareng? Lah? Kenapa gak melarat sendiri-sendiri aja dulu, pas dah oke nih, settle masing-masing, baru deh bersatu padu. Kan gak capek-capek kali lah. Ibarat kata bayi nih ya, udah bisa lah jalan tanpa pegangan lagi walaupun masih “atataaah tatah taataaah” Jadi ga repot-repot amat gitu.

 


😐😐😐

YA ALLAH. Muncung aku ni kadang inilah ya. Tapi asli, aku ga berani sih kalo harus ngomong langsung di depan mereka.

Aku ga berani sama sekali untuk nanyain ini secara serius ke mereka karena, aku tau itu terlalu privacy dan aku gak mau menyinggung perasaan mereka dan malah membuat nyali mereka jadi ciut atau yaaa apapunlah yang jadi mengubah pikiran mereka dan kemudian malah gak jadi (amit-amit yaaa, jangan sampe). Setiap keluhan, masukan, sok nasehat yang aku kasih ke mereka pasti bakalan ada jokes/becandaan gak penting di dalamnya. Karena aku ngerasa bukan si ekspert yang bisa memberikan sebuah opini, solusi atau apapun lah itu.

TAPI TETAP SAJA AKU KEPIKIRAN KOK MAU NIKAH SIH???!!

Ada yang bilang ya sudah umur nya

Ada yang bilang ya sudah jodohnya

Ada yang bilang kalo bisa dan ada calonnya kenapa harus ditunda-tunda?

Ada yang bilang ya buat ibadah, apalagi

Ada yang bilang ya biar bisa anu anuan

Ada yang bilang... bilang apa lagi hayo??


Entahlah. Mungkin aku aja yang terlalu apa ya, masih selfish, egois dan terlalu banyak mau (tapi gak mau, lah?) Masih gak nemu aja gitu, why thooooo?!

Please, I'm still a baby. I'm not ready for this.

Please forgive me karena memiliki pemikiran yang semena-mena eeee, waka waka eeee, seperti ini. Jyujyuuur, aku cuma penasaran aja sama satu hal dan hal ini yang selalu orang-orang gak bisa jawab. 

(well sebenarnya ada yang jawab tapi hanya memberikan jawaban yang standar dan klise





, tidak membuat aku merasa puas, tidak membuat aku sampai mati kutu gitu, sampe oh wow aku gak punya apa apa lagi untuk diperdebatkan, gitu. Please. Help)


Apa alasan terkuat mu untuk menikah?

You Might Also Like

0 comments

Komen yang baik, ya :)