Sebuah bacot jam 2 pagi

Maret 21, 2020

Ola amigo.

2020. It's been 3 months, huh? BARU 3 BULAN. Bahkan belum genap. Tapi rasanya, 2020 kayak udah lamaaaaaaaaaaaaa banget. Maybe it's because everything that happened lately. Dalam skala global ataupun yang hanya berputar pada poros kehidupan diriku nan chentyl ini. Muntah? Sok mangga.

Dalam tiga bulan ini aja, udah macem-macem kejadian yang dihadapi umat manusia yang ada di seluruh dunia. Mulai dari bencana alam, kebodohan eyang trump yang bikin geger dunia, sampai this strrrrruped virus!

Gila sih. INSANE. 
This virus, emang bener-bener mengubah seluruh pola kebiasaan rakyat. Kita diminta untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari, dirumah. (Kenapa 14 hari? Krn masa inkubasi dari NCOV-19 adalah 14 hari, sebuah pelajaran.) Kita diminta untuk kerja dari rumah, belajar di rumah, bahkan ibadah di rumah.

Kita diminta untuk menerapkan social distancing. Dimana yang wow, hal semacam ini adalah diriku banget alias tidak suka berinteraksi dengan rakyat wkwkwk

Ya afifah. You're right.

pesan ini disampaikan oleh Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia alias KEEP THE PICTURE. SHARE IT. DO IT!!! DO THE SOCIAL DISTANCING PLEASE. 
Asli, aku ga pernah se parno ini ke mana-mana. Rute ku cuma, runah-kantor-rumah. Kemarin sempat terpaksa ke supermarket buat nyari handsanitizer yang bisa kita pastikan bersama-sama saudaraku, ya KOSONG. Aku pindah ke mall, wow, juga kosong. Handsanitizer, sabun cuci tangan dan masker sekarang sudah naik kasta jadi barang TERSIER. 

wow. 

Susah banget nyarinya, asli.
Pekanbaru gak pernah se sepi ini. Sepi banget. Kayak, halo? Enibadihom? Sepi. Semua kegiatan outdoor dihentikan, event2 ditunda. Minggu ini seharusnya aku sedang ada di Taluk Kuantan, untuk event terakhir sebelum Ramadhan. Baru sehari nyampe di sana, besok paginya udah diangkut lagi sama bos ke Pekanbaru. Iya, eventnya ditunda.

Nyari kerjaan emang.

Tapi mau gimana lagi. Status dari bencana virus ini udah gak main-main lagi. Keinget akhir bulan Januari yll, orang-orang Indonesia masih nge meme soal betapa tingginya imunitas orang indo. Gabakal mungkin kena COVID-19. Sekarang? Udah 300+ yang positif corona dan 30+ orang udah meninggal di Indonesia. Semudah itu Tuhan balikkan keadaan.


Iya sih, pesakit bisa sembuh kok. Tapi sekarang, di Indonesia tingkat kesembuhan jauh lebih rendah daripada yang meninggal. Huhuhu. Belum lagi sediiiiihhh banget ngeliat langkah-langkah yang diambil pemerintah tuh terkesan gak sigap, santai atau terlalu nge gampangin. Gataulah ya. Aku emang ga ngikutin banget nih soal pemerintah akhir-akhir ini.

Emang adaaaa aja kelakuan di Indonesia ini. Udah sebanyak ini kasus baru mau bikin tes massal. Tindakan preventifnya kayak, bak kata Adera "Terlambat sudah semua kali ini~~"

Tapi tetap, kita harus junjung peribahasa "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.."

Aneh banget, di awal "jangan nyebar2in data pribadi saspek. Makanya kita sebut mereka dengan pasien no 1, no 2 dst."
PAS SEMBUH DIKASIH PENGHARGAAN KAYAK WTF. SEKALIAN NAIKIN JADI DUTA CORONA.

ALLAHU. Disaat social distancing digalakkan, Malaysia lockdown, Singapura melakukan sterilisasi dan desinfeksi setiap 2 jam di semua fasilitas umum (yang bahkan sudah mereka kerjakan dari AWAL FEBRUARI loh. EVERY 2 HOUR) di sini, negara ini, sempat-sempatnya mereka buat hal tak penting ni Allahuakbar.

Lebih aneh lagi, baca headline tentang ibu Ningsih Tinampi yang katanya memasukkan virus ke tubuhnya. Rasanya sesak dan apek.

WHAT KIND OF SORCERY IS THIS? Hebat2 emang orang Indonesia. So proud being Indonesian. Hdhhhh, yaudahlah ya. Just let Indonesia being Indonesia.

Pengin rasanya wfh, tapi apa daya aku harus tetap masuk kantor walau nyampe kantor ga ngapa ngapain juga wkwk 🙃. Anyway, sekarang saya sudah pindah kantor guys. 2 pekerjaan lepas sebelumnya harus saya korbankan untuk 1 kerjaan ini. Mudah-mudahan diriku bisa lebih baik ya. Aamiin. 

Yailah mala curhat sekilas info wkwkw

Kadang aku suka mikir (wow dipake juga nih isi kepala monmaap). Kira-kira umur bumi masih panjang gak ya? Setelah semua hal yang dihadapinya? Apa manusia bisa bener2 bertahan hidup? Apa bumi gak capek gitu dengan kebodohan-kebodohan yang ditimbulkan manusia? APA TUHAN GAK CAPEK LIHAT UMATNYA KAYAK GINI? Banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi sekarang ini. Memikirkan hal semacam ini membuat aku berpikir, apa ini saatnya hari itu akan tiba?

Wow, Hangin there darling. Dealina, you're goin too far.

Yaaa gimana ya. Emang kejauhan sih mikirnya. Tapi, dalam imanku, aku percaya hari itu pasti akan datang. Tapi... masa sekarang ya Allaaaaah. Dealina masih banyak dosaaaa 😭😭😭 Dealina belum ketemu jodooooohhh.

Oke stop. Mulai ngawur y. Udah jam 3 pagi soalnya. Jam 9 ngantor nih healah.. Tapi, apapun yang terjadi, ku kan selalu ada untukmu. Cie malah nyanyi. Astagfirullah. Gabisa bener, sekaliiii aja de, coba yang lurus donggg wkwkw

Mari berdoa, agar kita semua bisa lalui hal ini dengan segera. Mari berdoa untuk masa depan yang lebih baik. Mari berdoa agar aku dan dia berjodoh. Eh maap. Mari berdoa yang terbaik untukmu, untuk kita, untuk seluruh umat manusia dam untuk bumi. Aku masih mau hidup, gais.

Dea

You Might Also Like

0 comments

Komen yang baik, ya :)